Pemkab Kukar Fasilitasi Tempat Wisata Kuliner Malam Bagi Pelaku UMKM 'Kota Raja'

img

Suasana di pusat Wisata Kuliner Malam di kawasan Cagar Budaya Tenggarong, tempat Pelaku UMKM berjualan. (pict : riz/pk)


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap pelaku UMKM sangat luar biasa. Sejauh ini tidak hanya berupa bantuan peralatan, pelatihan, pendampingan yang diberikan, namun juga memfasilitasi wadah dengan lingkungan yang nyaman bagi para pedagang UMKM untuk berjualan.

 

Tempat yang disediakan tersebut berada di  Kawasan Cagar Budaya Tenggarong, yang juga dimanfaatkan sebagai pusat Wisata Kuliner Malam (WKM-red), dengan pemandangan sungai Makam dan Museum Mulawarman.

 

Dari data yang diperoleh melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bahwa ada sekitar 300 pelaku UMKM yang berjualan saat Car Free Day (CFD). Ditambah dengan pelaku UMKM yang berjualan setiap malamnya.

 

Belum lama ini, Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi semangat pelaku usaha yang berjualan di kawasan cagar budaya. Pihaknya melihat bahwa yang berjualan saat ini kebanyakan generasi muda. Hal itu ia sampaikan pada saat peresmian jalan Kartanegara yang sebelumnya merupakan Jalan Soetoyo.

 

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fhatullah menjelaskan, fasilitasi itu bagian dari penataan pelaku UMKM agar terlihat rapi dan tak kumuh. Dan memudahkan pengunjung yang ingin berwisata kuliner sembari bersantai menikmati keindahan Kota Tenggarong.

 

"Konsep yang disuguhkan kepada masyarakat sama seperti di Yogyakarta. Pemerintah daerah menyediakan tempat untuk bersantai sekaligus ada wisata kulinernya," jelas Sayid Fhatullah pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2024).

 

Fasilitasi tempat tersebut sangat disambut oleh masyarakat khususnya pelaku UMKM. Pelaku UMKM langsung berbondong bondong memanfaatkan lokasi tersebut, untuk berjualan. Dengan adanya kawasan cagar budaya ini, pelaku UMKM menilai bahwa kawasan ini dapat mengembangkan usahanya.

 

"Setiap Minggu pagi ada CFD dan sangat ramai pengunjungnya. Ketika malam hari ada angkringan," ujarnya.

 

Pihaknya berpesan, kepada pelaku UMKM Kukar untuk dapat meningkatkan kualitas produknya. Hal ini harus dipersiapkan mengingat Kukar bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Sebelum Kukar menjadi IKN, saya memang pesimis karena pasti minim pembeli. Ketika mendengar kabar IKN di Kaltim dan sebagian masuk Kukar, ini merupakan angin segar. Karena Kukar salah satu Kabupaten/Kota di Kaltim menjadi rujukan masyarakat untuk berwisata," pungkasnya. (adv/riz)